Loncat ke isi

Untuk keluarga

Sudah amankah
HP Anda?

HP selalu menemani aktivitas kita sehari-hari, karena chat, foto, rekening, catatan penting, dan password ada di dalamnya.

Dengan perlindungan HP yang tepat, risiko penipuan bisa diperkecil, sehingga Anda dan keluarga bisa lebih tenang.

Datang ke rumah·Privasi terjaga

Keluarga tiga generasi duduk bersama di ruang tamu, menunjuk layar ponsel.
Seorang bapak duduk di ruang tamu, memandang ponsel di tangannya.

Yang sering dirasakan

Merasa sudah aman? Atau masih suka was-was?

Kami sering menemui keduanya.

Yang masih was-was biasanya pernah mengalaminya sendiri atau mendengar cerita dari orang terdekat seperti:

  • Pesan dari nomor asing atau pesan yang mengaku dari bank, lalu meminta menekan sebuah link.
  • Telepon dari nomor asing yang membuat ragu: apakah ini penting atau justru penipuan?
  • Ragu membuka M-Banking, WhatsApp, atau aplikasi lain karena takut salah tekan.

Yang merasa aman bukan berarti semuanya sudah aman.

  • Belum pernah kena tipu, jadi merasa HP baik-baik saja, padahal masih ada celah keamanan yang terbuka yang mungkin belum disadari.
  • Satu password untuk banyak akun, kalau passwordnya bocor, akun lain bisa ikut berisiko.
  • HP dipakai setiap hari dan terasa baik-baik saja padahal file mencurigakan dan website berbahaya tetap bisa masuk tanpa disadari.

Bukan karena kita kurang paham teknologi namun penipunya yang makin pandai.

0%

orang dewasa di Indonesia pernah menghadapi upaya penipuan dalam setahun terakhir.

Rp0 triliun

merupakan angka perkiraan kerugian di seluruh Indonesia pada tahun 2025. Ini gambaran seberapa besar penipuan digital.

Sumber: laporan State of Scams in Indonesia 2025 oleh Global Anti-Scam Alliance, bersama Mastercard dan Indosat. Survei 1.000 orang dewasa. Baca ringkasannya.

Yang sering masuk lewat HP

Kenali ancaman yang mengincar.

Uang di rekening dan nama baik sama-sama diincar.

  1. 01

    Undangan atau resi palsu

    Tampak seperti dokumen atau foto, padahal bisa dipakai untuk mencuri data di HP.

  2. 02

    Telepon “darurat” keluarga

    Mengaku anak atau kerabat. Mendesak transfer sebelum sempat dipastikan.

  3. 03

    Website palsu

    Tampilan persis seperti halaman bank, supaya kita mengetik password di sana.

  4. 04

    Iklan tipuan

    Tiba-tiba muncul kabar “HP terkena virus” atau “menang hadiah”, supaya kita salah tekan.

  5. 05

    Pembajakan nama baik

    WhatsApp atau media sosial diambil alih untuk menipu keluarga/kerabat.

  6. 06

    Password yang sama

    Satu password dipakai untuk semua akun, kalau satu password bocor, rekening dan akun lain ikut terancam.

  7. 07

    HP hilang

    Selain HP-nya hilang, informasi didalamnya bisa dipakai penipu untuk menipu orang lain.

Yang dijaga bukan hanya uang.

Pasangan lansia berpelukan di ruang tamu yang terang.

Aset

Data, dokumen pribadi, dan akses akun. Jangan sampai jatuh ke orang lain.

Kenangan

Foto dan video yang tidak tergantikan.

Nama baik

Kepercayaan keluarga dan kerabat, yang mudah retak kalau akun dibajak.

Orang tersayang

Mereka bisa ikut tertipu bila akses penting jatuh ke tangan yang salah.

Di tempat Anda

Kami datang. Anda mendampingi.

Kami datang merapikan dan menata ulang HP, supaya lebih aman sebelum hal buruk terjadi.

  1. 01

    Konsultasi

    Memahami kebutuhan terlebih dahulu.

  2. 02

    Pemasangan

    Memasang pengaman yang diperlukan.

  3. 03

    Konfigurasi

    Menyesuaikan dengan HP yang ada.

  4. 04

    Edukasi

    Menjelaskan supaya bisa dipakai sendiri.

Seorang anak perempuan menunjukkan sesuatu di ponsel ibunya.

Yang dipasang di HP

Ini yang kami pasang.

Dipasang, diatur, dan dijelaskan saat kami datang.

Layar ponsel menampilkan panggilan dari nomor asing dengan tanda indikasi penipuan.

Penjaga Telepon

Mendeteksi nomor dan melindungi jika ada indikasi nomor telepon yang berpotensi melakukan penipuan.

Layar ponsel menampilkan file undangan.pdf yang tidak dibuka.

Gembok Pengaman

File asing, seperti undangan atau resi palsu, tidak langsung terbuka di HP.

Layar ponsel menampilkan halaman situs yang ditahan.

Safe Browsing

Browsing jadi lebih aman. Website tipuan dan iklan yang mengganggu akan disaring.

Layar ponsel dengan aplikasi yang tertata dan perisai kecil.

Pengaman HP dan Aplikasi

Memberikan perlindungan pada aplikasi dan HP agar terhindar dari potensi hal yang tidak diinginkan.

Layar ponsel menampilkan kolom password utama.

Brankas Digital

Username dan password tidak perlu diingat satu per satu dan bisa dibuka kapan dibutuhkan. Teknologi yang sama dipakai oleh banyak bank dan militer.

Ponsel menampilkan peta sederhana dan kontak keluarga.

Tombol Darurat Keluarga

Jika kondisi darurat terjadi, bisa segera menghubungi keluarga terdekat dan mengirim informasi saat genting.

Seorang ibu duduk tenang di beranda, memegang ponsel.

Setelah kami pulang

Pengamannya tetap aktif menjaga aktivitas digital kita.

Kendali di tangan Anda

Privasi adalah prioritas kami.

Seorang anak laki-laki berbincang dengan ayahnya di sofa.

Password tetap rahasia

Kami tidak mencatat, tidak memfoto, dan tidak membawa pulang.

Catatan fisik di rumah

Akses penting ditulis di kertas dan disimpan, tidak kami bawa pulang.

Didampingi 30 hari

Bingung setelah kami pulang? Hubungi nomor bantuan lewat WhatsApp.

Yang tidak kami lakukan

  • Tidak meminta OTP, PIN, atau kode dari bank.
  • Tidak memfoto dan mencatat password, KTP, atau layar rekening.
  • Tidak membawa pulang catatan akses.

Yang biasanya ditanyakan.

Berapa biayanya?+

Biaya kami jelaskan lewat WhatsApp. Silahkan chat via WhatsApp.

Ke mana saja bisa datang?+

Kami datang ke tempat Anda. Untuk info lebih lanjut bisa chat kami via WhatsApp.

Apakah HP harus diserahkan atau bisa ditinggal?+

Tidak. Pekerjaan dilakukan di tempat dan Anda tetap mendampingi.

Siapa yang datang?+

Tim Digimate. Nama orang yang datang dan jam kedatangan dikonfirmasi lewat WhatsApp sebelum hari kunjungan.

Kalau bingung setelah tim pulang?+

Ada nomor bantuan yang bisa dihubungi lewat WhatsApp selama 30 hari.

Sehari-hari HP terasa baik-baik saja.

Belum ada yang hilang, belum ada yang tertipu, sehingga chat, rekening, catatan penting, dan password sering dibiarkan begitu saja.

Menjaganya bisa dimulai dari satu chat. Setelah itu, Anda yang memutuskan.